Jumat, 13 April 2018

Perang Karansebes (1788), Ketika Turki Utsmani Menghabisi 10.000 Musuh Tanpa Satu Pun Peluru Ditembakkan


Terdengar seperti dongeng dan lelucon, tetapi yang seperti ini memang pernah terjadi. Peperangan ini bernama Perang Karansebes, di mana Turki berhadapan dengan Austria. Pada pertempuran ini, Turki menang telak melawan pasukan Austria tanpa sekalipun mengalami kehilangan. Bahkan tak satu pun peluru Turki meletus kala itu. Anehnya, Austria ketika itu kehilangan sekitar 10 ribu tentaranya yang tewas mengenaskan. Kejadian Perang Karansebes ini tercatat terjadi pada 17 September 1788. Ketika itu, Austria yang bersekutu dengan Jerman, Prancis, Serbia, Kroasia, Polandia, serta bangsa-bangsa lainnya sepakat untuk melawan Turki bersama-sama. Persiapan mereka pun tak karuan. Mereka telah membangun camp-camp malam sebelumnya untuk persiapan menghadapi Turki.
Sembari melakukan persiapan, suatu malam beberapa pasukan Hussar (kavaleri) ditugaskan mencari lokasi kehadiran pasukan Turki, mereka pun menyeberangi Sungai Timis, tetapi tidak ada tanda-tanda kehadiran pasukan Turki di sana, yang ada hanya orang-orang Gipsi (orang Rumania) yang menawarkan Schnapps (tuak tradisional) kepada mereka. Di tempat itu mereka minum-minum sampai mabuk. Tak berapa lama, kemudian datang pasukan infanteri yang juga ditugaskan melintasi Sungai Timis. Kedua pasukan ini bertemu, pasukan yang baru datang juga ingin ikut minum-minum. Sialnya, para prajurit yang tiba lebih dulu itu ogah berbagi. Mereka pun juga bicara ngelantur gara-gara mabuk.
Entah bagaimana ceritanya, akhirnya konflik kecil ini memanas. Hingga seorang prajurit menembakkan senjatanya yang jadi semacam ikrar jika konflik ini menuju ranah yang lebih serius. Dipicu dengan keras semacam ini, akhirnya para prajurit yang harusnya masih satu sekutu itu pun perang. Lalu, para prajurit yang mabuk itu semakin membuat suasana kacau ketika berteriak “Turci..Turci..” padahal saat itu tidak ada satu pun batang hidung tentara Turki di sana. Tak pelak, teriakan tersebut membuat pertempuran ini bubar dan masing-masing kabur ke posnya masing-masing.
Kembalinya para pasukan ini ke posnya ternyata tak membuat konflik kecil itu berhenti. Yang terjadi kemudian adalah makin membesar. Kejadian ini dipicu oleh sebab lain, yakni salah paham bahasa antara tentara Austria dan Jerman. Perwira-perwira yang berbahasa Jerman menerikkan kata-kata "halt! halt!" yang maksudnya perintah untuk berhenti yang malah dianggap pasukan lain sebagai kata "Allah! Allah!". Para prajurit lainnya yang sedang terlelap tidur, kalang kabut mengira bahwa pasukan Turki telah menyerang. Di kegelapan malam itu, mereka tidak dapat lagi membedakan mana teman mana lawan. Alhasil mereka pun saling serang secara membabi buta. Pertempuran ini pun akhirnya membuat sekitar 10 ribu orang tewas mengenaskan.
Pasukan Turki yang sejak awal memang sudah niat perang dengan Austria dkk, akhirnya sampai ke Karansebes dua hari setelah peristiwa memalukan itu. Akan tetapi, ketika melihat apa yang terjadi, mereka pun garuk-garuk kepala. Bagaimana tidak, yang terhampar di depan adalah ribuan mayat-mayat bergeletakan serta para pasukan musuh yang terluka. Singkat cerita, Turki yang sedianya ingin menguasai Karansebes (sekarang Rumania) akhirnya bisa melakukan hal itu dengan sangat mudah. Bahkan tak satu pun peluru mereka keluarkan.
Begitu memalukannya perang ini hingga Austria baru mempublikasikannya pada tahun 1831. Peristiwa ini diabadikan oleh A.J. Gross Hoffinger dalam bukunya yang berjudul “Geschichte Josephs des zweiten”, 59 tahun setelah peristiwa itu terjadi (1847). Apa hikmah yang dapat diambil dari kebodohan tentara Austria dan sekutunya ini?

(Dikutip dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Lucu Letnan Komarudin Salah Melihat Tanggal pada Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949

Nama Letnan Komarudin tak bisa dipisahkan dari cerita mengenai Serangan Umum 1 Maret 1949. Hal ini dikarenakan Letnan Komarudin bersa...