Minggu, 03 Juni 2018

Kisah Lucu Letnan Komarudin Salah Melihat Tanggal pada Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949



Nama Letnan Komarudin tak bisa dipisahkan dari cerita mengenai Serangan Umum 1 Maret 1949. Hal ini dikarenakan Letnan Komarudin bersama sejumlah pasukannya salah tanggal dalam menyerang Kota Yogyakarta yang saat itu dikuasai Belanda pada Agresi Militer II. Jabatan Letnan Komarudin ketika itu adalah komandan peleton di SWK 101, Brigade X pimpinan Mayor Sardjono (anak buah Letnan Kolonel Soeharto).
Semua persiapan dilakukan dengan sangat rahasia dan hati-hati. Seluruh pasukan sudah diberitahu waktu penyerangan pukul 06.00 WIB, 1 Maret 1949. Begitu sirine tanda jam malam berakhir, saat itulah tembakan dilepaskan. Nah, tiba-tiba tanggal 28 Februari 1949, begitu sirine berbunyi, tembakan gencar terdengar.
Letnan Komarudin memimpin peletonnya menyerang salah satu tangsi Belanda. Letnan Komarudin dengan gagah berani bersama pasukannya menyerang salah satu pos tentara Belanda ketika itu. Belanda pun balas menembak. Padahal seharusnya serangan dilakukan keesokan harinya pada 1 Maret 1949. Letnan Komarudin mengacaukan jadwal serangan ke Kota Yogyakarta.
Terdengarnya serentetan tembakan membuat Letkol Soeharto kaget bukan kepalang. Dia pun menanyakan perihal tembakan itu kepada Letkol Sugiono. Tak seorang pun menjawab hingga datang orang lainnya dengan tergopoh-gopoh memberitahu jika tembakan berasal dari kompi Letnan Komarudin yang melancarkan serangan. Letkol Soeharto segera mengutus Letnan Gideon dan Sersan Sujud untuk menemui kompi ‘lupa tanggal’ tersebut.
Letkol Soeharto takut serangan Letnan Komarudin akan membuka rahasia Serangan Umum 1 Maret. Letkol Soeharto khawatir pada waktu itu akan ada pembalasan tentara Belanda terhadap rakyat di kota, yang lantas rakyat yang tidak berdosa ditakutkan ikut ditembaki.
Letnan Komarudin tak menggubris teriakan Letnan Gideon sampai dia mendengar jika hari itu masih tanggal 28 Februari 1949 dari Gideon. "Aduh, Ya Allah... Saya keliru kalau begitu. Celaka! Bagaimana, saya diperintahkan mundur ya?”, tanya Komarudin pada Letnan Gideon. Sesaat kemudian, secara perlahan kompi Letkol Komarudin mundur. Muka anak buah Letnan Komarudin nampak kesal dan menggerutu atas ulah komandan mereka. Ada juga yang tersenyum geli karena mereka juga tak ingat tanggal sehingga tak dapat mengingatkan komandannya yang lupa tersebut.
Untungnya Belanda tidak membalas serangan dari TNI. Belanda malah lengah karena mengira serangan besar yang santer akan dilakukan TNI itu adalah serangan yang dilakukan Letnan Komarudin. 
Selain itu, Letnan Komarudin juga dikenal kebal peluru saat ditembaki tentara Belanda. Hal itu disaksikan beberapa anak buahnya yang dikemudian hari bersaksi atas kekebalan dirinya. Bahkan aksi kekebalannya ini muncul dalam film Janur Kuning (1979), film yang mengisahkan keberhasilan TNI menguasai Kota Yogyakarta selama 6 jam pada 1 Maret 1949.
Aksi heroik Letnan Komarudin saat serangan yang salah tanggal ini pun mendapat pujian dari Panglima Besar Jenderal Soedirman. Dalam upacara di Yogyakarta usai Serangan Umum 1 Maret ketika memeriksa barisan prajurit TNI, Jenderal Soedirman menghampiri Letnan Komarudin. Ketika dihampiri sang panglima, Letnan Komarudin langsung meminta maaf karena dia melakukan kesalahan dalam menghitung hari. Namun, oleh Jenderal Soedirman dia dianggap tidak bersalah.
Akan tetapi, karier Letnan Komarudin di kemiliteran meredup setelah wafatnya Jenderal Soedirman. Dalam buku "Laporan Kepada Bangsa: Militer Akademi Yogya" oleh Daud Sinjal, dituliskan tentang tuduhan sebagian kalangan militer yang menyebut Letnan Komarudin terlibat dalam gerakan DI/TII.
Namun, tuduhan persekongkolan dengan DI/TII tersebut ternyata tidak benar dan nama Letnan Komarudin kemudian mendapat rehabilitasi. Akan tetapi, upaya rehabilitasi tak otomatis membuat karier ketentaraannya kembali menanjak. Setelah dia mendapat rehabilitasi, secara resmi Letnan Komarudin mundur dari ketentaraan. Dia memilih dunia jalanan sebagai jalur hidupnya. Di Kotagede, namanya terkenal sekaligus disegani sebagai preman yang baik hati.
Sekitar 1969, Letnan Komarudin secara misterius tiba-tiba menghilang dari Kotagede. Soetojo alias Boyo, teman seperjuangannya waktu melawan Belanda, lantas mencarinya hingga ke Jakarta sekitar setahun kemudian.
Di ibukota, Boyo menemukan Letnan Komarudin di wilayah Cempaka Putih. Dia tinggal di sebuah gubuk kecil yang terletak di tengah-tengah rawa (tanah milik Kodam V Jaya kala itu). Dia menghidupi kesehariannya dengan bekerja sebagai seorang preman yang ditakuti di wilayah Pasar Senen karena Letnan Komarudin kebal terhadap senjata api dan tajam.
Setelah dibujuk terus oleh sahabatnya (Toyo Boyo), pada sekitar 1972, Letnan Komarudin akhirnya kembali ke Kotagede. Tak lama sampai di kota tersebut, dia kemudian jatuh sakit hingga mengalami koma. Letnan Komarudin kemudian dirawat di Pusat Kesehatan Umat (PKU) milik Muhammadiyyah. Sewaktu dirawat di sana, ada cerita menarik karena Letnan Komarudin tak mempan disuntik sehingga dikeluhkan oleh dokter yang merawatnya.
Pada tahun 1973, Letnan Komarudin akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir di PKU Kotagede. Jasadnya kemudian dikebumikan secara militer di Taman Kesuma Negara Semaki Yogyakarta. Begitu populernya nama Letnan Komarudin hingga di wilayah Sleman, ada sebuah masjid yang disemati namanya, Masjid Al-Komarudin.
Ada versi lain yang menyebutkan setelah Letnan Komarudin mengundurkan diri dari dunia militer, dia bersama istrinya yang berasal dari Jawa kembali ke Maluku Tenggara dan tinggal di desa kelahirannya, Ohoidertutu. Di sana dia menghabiskan sisa hidupnya hingga akhir hayatnya. Dia sempat diminta mantan presiden ke-2, Soeharto, untuk kembali ke Jakarta agar ketika meninggal nanti akan diberi gelar pahlawan. Akan tetapi, dia menolak dan lebih memilih tinggal di desa kelahirannya.

Sumber:
Fadillah, Ramadhian. 2014. Kisah Lucu Letnan Komarudin Salah Lihat Tanggal, Serang Belanda. Diakses dari https://googleweblight.com/i?u=https://m.merdeka.com/peristiwa/kisah-lucu-letnan-komarudin-salah-lihat-tanggal-serang-belanda.html&hl=en-ID&geid=1026.  Diunduh pada tanggal 5 Mei 2018 pukul 18.22 WIB.
Listiyawan, Irfantoni. Kisah Letnan Komarudin dan Peristiwa 28 Februari 1949. Diakses dari https://googleweblight.com/i?u=https://indonesiana.tempo.co/read/123162/2018/02/28/irfantoni77/kisah-letnan-komarudin-dan-peristiwa-28-februari-1949&hl=en-ID&geid=1026. Diunduh pada tanggal 5 Mei 2018 pukul 18.28 WIB.
SM Said. 2017. Letnan Komarudin, Prajurit Kebal Peluru dan Serangan Umum 1 Maret. Diakses dari https://googleweblight.com/i?u=https://daerah.sindonews.com/read/1185541/29/letnan-komarudin-prajurit-kebal-peluru-dan-serangan-umum-1-maret-1488729037&hl=en-ID&geid=1026. Diunduh pada tanggal 5 Mei 2018 pukul 18.23 WIB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Lucu Letnan Komarudin Salah Melihat Tanggal pada Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949

Nama Letnan Komarudin tak bisa dipisahkan dari cerita mengenai Serangan Umum 1 Maret 1949. Hal ini dikarenakan Letnan Komarudin bersa...