Penyebutan makna
"Indonesia dijajah Belanda 350 tahun (1596-1942)" (termasuk 5 tahun
penjajahan Inggris pada 1811-1816 dan 3,5 tahun penjajahan Jepang pada 8 Maret
1942-15 Agustus 1945) sebenarnya dikemukakan oleh Bung Karno guna mendorong
semangat rakyat untuk sadar dan lepas dari pemerintahan kolonial. Setidaknya
ada 3 teori kuat berapa lama sebenarnya kita dijajah. Dapat dikatakan dijajah
350 tahun atau tepatnya 340 tahun (sejak era kongsi dagang VOC 1602-1942),
dapat pula dikatakan 142 tahun (sejak era kolonial Daendels 1800-1942), dan
dapat dikatakan hanya 14 tahun (sejak Sumpah Pemuda 1928-1942).
Tiga ratus lima puluh tahun karena disaat itu VOC telah
mengupayakan ekploitasi di negeri-negeri jajahannya, meskipun memang pada
awalnya hanya berniat untuk berdagang saja. Yang patut dipertanyakan dari makna
350 tahun adalah saat itu negara Indonesia belum terbentuk, mereka masih dalam
bentuk kerajaan-kerajaan. Akan tetapi, penyebutan 350 tahun bisa digunakan jika
merujuk pada penamaan "Nusantara" (hasil taklukkan Gadjah Mada
–inipun masih kontroversi apakah seluruh Nusantara atau tidak yang berhasil
beliau taklukkan–). Di sisi lain, dapat dikatakan Indonesia dijajah 142 tahun
(sejak 1800) mengingat disaat itu pemerintah kerajaan Belanda lah yang terjun
langsung mengendalikan tanah kita, bukan lagi kongsi dagang (VOC) seperti era
sebelumnya. Pada saat itu nama Hindia Belanda juga telah populer daripada
Nusantara. Terakhir, dapat dimaknai bahwa kita hanya 14 tahun dijajah sejak
Sumpah Pemuda 1928 yang dinilai sebagai tonggak terbentuknya NKRI secara utuh
lewat kesadaran nasional dari berbagai daerah.
Penggunaan makna 350 tahun ataupun hanya 14 tahun
tergantung bagaimana sudut pandang teman-teman dan hal ini bukanlah
itung-itungan yang menurut ane harus dipikirkan karena pada dasarnya negara
kita memang belum mampu berdikari sejak 72 tahun yang lalu.
Oleh: Setyo Adi Nugroho

Tidak ada komentar:
Posting Komentar