"Tank
Man" atau "Unknown Rebel" adalah sebuah julukan yang diberikan
kepada seorang pengunjuk rasa di Lapangan Tiananmen (China) pada tanggal 5 Juni
1989. Orang yang hingga saat ini tidak diketahui namanya itu menjadi terkenal
ketika aksi protesnya direkam, dipotret, dan dipublikasikan ke seluruh dunia.
Dalam peristiwa tersebut, sang pengunjuk rasa berdiri menentang 13 barisan tank
Tipe 59 Tiongkok dan menghentikan lajunya. Peristiwa tersebut menjadi berita
utama di ratusan koran, majalah, dan siaran berita besar di seluruh dunia. Pada
bulan April 1998, majalah TIME dari Amerika Serikat memasukan sang "Tank
Man" sebagai 100 orang yang paling berpengaruh pada abad ke-20. Loh,
kok bisa?
Dia
menjadi ikon perlawanan heroik terhadap kekuasaan Partai Komunis China (PKC)
yang menumpas mahasiswa pro-demokrasi menggunakan mesin-mesin perang pada
Peristiwa Tiananmen (3-4 Juni 1989). Aksi "Tank Man" itu sendiri
terjadi di dekat Chang'an Avenue, yang membentang timur-barat sepanjang ujung
selatan Kota Terlarang di Beijing, satu hari setelah tentara Cina melakukan
kekerasan pada pengunjuk rasa di Lapangan Tiananmen.
Pria
itu berjalan di jalur kendaraan lapis baja. Dia memegang tas belanja di kedua
tangannya. Pria itu menunjuk ke tank yang mendekat, tetapi tak ditanggapi.
Lama-kelamaan keduanya saling mendekat. Orang-orang di sekitar sudah
menghalaunya untuk pergi, tetapi dia tak bergeming. Tanpa diduga, justru
pasukan tank-lah yang berhenti setelah berjarak sekitar 2 meter dari tempat
pria itu berdiri. Setelah
berhenti, pria tersebut nampak melompat ke atas tank dan berbicara dengan awak
di dalamnya. Percakapan pun selesai, dia melompat dan tank meneruskan jalannya.
Tiba-tiba dua orang berseragam biru membawa pria itu dan menghilang di balik
kerumunan. Banyak polemik mengenai hal ini, apakah dia dibawa oleh intel atau
sipil.
Hanya
sedikit informasi mengenai pria itu. Tabloid Inggris, Sunday Express, menulisnya sebagai Wang Weilin, seorang mahasiswa
19 tahun yang kemudian dituduh sebagai perusuh oleh Partai Komunis Cina (PKC)
yang coba menumbangkan Tentara Pembebasan Rakyat. Namun, hal ini dibantah oleh
Partai Komunis Cina lewat dokumen pribadi. Mereka malah tidak bisa menemukan
pria tersebut. "Kami hanya tahu namanya dari wartawan. Setelah dicari
identitasnya, tetap tak ketemu, apakah dia sudah mati atau dipenjara,"
tutur salah seorang anggota Partai Komunis China.
Keberadaan
"Tank Man" menjadi rumor yang hingga kini masih diperdebatkan. Ada
yang bilang dia dieksekusi 14 hari setelah peristiwa itu, ada pula yang bilang
dia masih hidup dan bersembunyi di dataran Cina. Siapapun dia, "Tank
Man" telah menjadi simbol Peristiwa Tiananmen dan ikon abad ke-20.
(Dikutip dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar